Tepatnya tanggal 27 Juli 2015 lalu aku mengunjungi kota Singapura bersama dengan mama dan koko selama 5 hari 4 malam. Kami tidak menggunakan tour guide sama sekali dan hanya berbekal GPS, serta MRT di Singapura sudah mencakup seluruh tempat wisata di sana jadi sangat praktis sekali. Jika dari Airport menuju hotel tinggal menggunakan MRT saja tinggal turun di stasiun yang dituju (dari Airport menuju Bugis sekitar 45menit). Harganya sekitar 10 SGD/org yang bisa dibeli di mesin tiket. Sedangkan jika menggunakan taxi harganya bisa 60 SGD.
Kami memutuskan untuk tinggal di daerah Bugis dan menginap di Hawai hostel yang dapat dipesan melalui agoda.com. Jujur saja saya sangat amat kecewa dengan kondisi penginapan tersebut, kami hampir shock melihat betapa kecil dan tidak terawat ruangan yang disediakan bagi seluruh kamar yang ada di penginapan tersebut. Karena foto yang ada di internet dengan aslinya sungguh sangat berbeda. Harganya memang murah sekali dibandingkan dengan hostel-hostel lainnya hanya sekitar 55 SGD per malam. Sehingga membuat kami tertipu untuk memesan kamar tersebut dan sudah dibayar. Alhasil mau tidak mau kami terpaksa harus tinggal di tempat yang sangat kumuh itu setelah pertimbangan yang cukup berat karena biaya hidup disana cukup tingggi. Yup! That's it kejadian itu cukup membuat kami terpukul karena kamar yang tidak nyaman itu sangat berpengaruh di hari selanjutnya kita melanjutkan aktivitas di Singapura.
Setelah itu hari selanjutnya kita langsung menuju Universal Studio dan seharian berada di Sentosa sampai pukul 7 malam. Kemudian sebelum pulang kami membeli popcorn Garrett rekomendasi dari temanku. Setelah itu malamnya menuju ke Clarke Quay. Di sana banyak terdapat street food yang bisa dicoba. Dan tempatnya sangat indah banyak lampu-lampu yang gemerlap, pub, dan restoran di seberang sungai Singapura.
Besoknya kita langsung menuju ke Garden by the Bay. Terletak persis di belakang hotel Marina Bay Sand. Jalan-jalan ke taman ini benar-benar sangat menyenangkan, meskipun agak kepanasan saat siang hari. Taman ini benar-benar luas jadi sangat disarankan untuk menggunakan shuttle bus yang sudah disediakan. Jika ingin berjalan-jalan sendiri juga tidak masalah sangat banyak sekali pemandangan dan spot yang bagus untuk foto-foto. Arsitekturnya begitu luar biasa, didesain sangat mengagumkan yang akan membuat kita masuk ke dunia lain seperti di dunia Avatar. Sangat bersih, rapi, dan terawat. Taman di Marina Bay ini dibagi menjadi 3 zona utama : Cloud Forest, Flower Dome, SuperTree Groove. Tiket masuknya untuk orang dewasa adalah 28 SGD. Saran sebaiknya ke sini saat sore hari - malam.
Setelah puas melihat taman raksasa itu, kami langsung menuju mall Marina Bay yang terhubung juga dengan MRT bawah tanah. Jadi tidak perlu repot-repot menyebrang jalan raya. Saat sampai di dalam kami benar-benar terkesima melihat begitu megahnya mall itu, di dalam nya masih terdapat Casino, Conference Hall, dan Science Museum. Lebih kerennya lagi langit-langit mall itu tembus pandang tapi tidak terasa panas, dilengkapi dengan desain arsitektur yang super mewah. pokoknya wow banget! Di lantai 1 juga terdapat kolam super panjang yang dibuat menyerupai sungai, kemudian para pengunjung dapat menggunakan menyewa perahu kecil. Benar-benar suasananya begitu nyaman untuk bersantai dan menghabiskan waktu di sana. Kemudian kami makan di area Foodcourt nya kira-kira 10 SGD untuk satu porsi yang cukup besar.
Hari berikutnya kami menuju ke Little India, China Town, Bugis Street. Berjalan-jalan di kampung India aku sempat mencoba Henna art design. Pengerjaannya 15 menit, setelah 30 menit akan kering dengan sendirinya. 7 SGD untuk per desain. Hasilnya bagus sekali tapi sayang hanya bertahan 1 minggu. Dari segi budaya daerah kampung India cukup menarik untuk dinikmati, melihat gaya yang dipadukan dengan warna-warni khas India. Kemudian sesampainya di China Town kami langsung disambut dengan keramaian pengunjung yang mampir. Banyak sekali souvenir lucu dan murmer yang bisa dibeli di sini. Setelah itu sebagai kenang-kenangan aku membeli tulisan kaligrafi Cina (namaku) yang dibingkai seharga 20 SGD. Menjelang malam, kami menuju Bugis Street. Di sana banyak barang-barang murah mulai dari baju, sepatu, makanan. Bugis street itu juga terhubung dengan Mall Bugis Junction, dan Bugis Plus.
Ootd kembaran sama rumah unik di China Town :D
Gambar dan tulisan bisa dipesan sesuai keinginan.
Hari ke-4 kami menuju ke S.E.A Aquarium yang terletak bersebelahan dengan USS. Harga tiket masuk nya 38 SGD. Merupakan salah satu akuarium terbesar di dunia. Tapi entah kenapa perjalanan di Seaworld ini agak hambar. Pemandangan nya terkesan biasa saja, hanya melihat-lihat ikan di sana. Mirip sekali seperti di Seaworld dufan Jakarta. Jadi menurut saya, sedikit rugi untuk berlibur ke S.E.A aquarium Singapura kali ini.
Sore hari kami menghabiskan waktu di Trick Eye Museum dengan tiket masuk sebesar 25 SGD per orang. Untuk dapat menghasilkan foto yang maksimal biasanya pemotret harus dapat mengarahkan model, menentukan posisi angle yang pas. Tapi jangan khawatir karena di setiap background disediakan petunjuk cara bermacam gaya.
Hari terakhir di Singapura kami memutuskan hanya berjalan-jalan di sekitar kompleks hotel saja, sekedar ingin bertemu kangen dengan beberapa teman yang tinggal di SG dilanjut foto bersama. Setelah itu kami langsung menuju Changi Airport pulang ke Indonesia.
Bagiku perjalanan ke Singapura 5D4N kali ini adalah pengalaman yang spesial, karena seperti ala Backpacker dengan budget minim dengan misi menjalahi tempat-tempat menarik di Singapura. Jika menggunakan jasa biro wisata mungkin akan lebih praktis. Tapi yang pasti lebih seru dan asyik rasanya ketika dapat merencanakan sendiri mau jalan kemana, mengatur waktu dan pengeluaran sehingga memang memberikan sensasi yang baru. hehe
"Thankyou Singapore, you've been nice to me but not to my wallet haha"
Sore hari kami menghabiskan waktu di Trick Eye Museum dengan tiket masuk sebesar 25 SGD per orang. Untuk dapat menghasilkan foto yang maksimal biasanya pemotret harus dapat mengarahkan model, menentukan posisi angle yang pas. Tapi jangan khawatir karena di setiap background disediakan petunjuk cara bermacam gaya.
Hari terakhir di Singapura kami memutuskan hanya berjalan-jalan di sekitar kompleks hotel saja, sekedar ingin bertemu kangen dengan beberapa teman yang tinggal di SG dilanjut foto bersama. Setelah itu kami langsung menuju Changi Airport pulang ke Indonesia.
Bagiku perjalanan ke Singapura 5D4N kali ini adalah pengalaman yang spesial, karena seperti ala Backpacker dengan budget minim dengan misi menjalahi tempat-tempat menarik di Singapura. Jika menggunakan jasa biro wisata mungkin akan lebih praktis. Tapi yang pasti lebih seru dan asyik rasanya ketika dapat merencanakan sendiri mau jalan kemana, mengatur waktu dan pengeluaran sehingga memang memberikan sensasi yang baru. hehe
"Thankyou Singapore, you've been nice to me but not to my wallet haha"

















Wah hidup di singapura selain paling mahal juga anomali, disaat seluruh dunia harga-harga turun disingapura justru naik. SUMBER: Perekonomian Singapura sedang sulit, tarif listrik naik 9.2% dan akan disusul kenaikan lainnya
ReplyDelete